Setiap hari aktivitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita adalah berkomunikasi, sejak bangun tidur hingga tidur kembali, dimanapun dan kapanpun. Komunikasi ini bisa terjadi dengan menggunakan ekspresi verbal maupun non-verbal. Namun faktanya adalah 93% komunikasi kita terekspresikan dari non-verbal atau bahasa tubuh. Mungkin Anda mengenal tokoh komedi Charlie Chaplin atau Mr. Bean, kita hanya melihat tokoh ini akting dalam gerakan pun sudah bisa membuat kita terpingkal-pingkal, tanpa narasi bahkan dialog. Ini berarti memperbaiki bahasa tubuh akan berpengaruh besar terhadap penilaian sesorang terhadap diri Anda, jauh kedepannya adalah keberhasilan berkomunikasi sehingga dapat tercapai tujuan kita berkomunikasi. Maksimalkan kualitas berkomunikasi kita, maka apa yang menjadi purpose Anda pun akan semakin mudah diterima dan terwujud, dalam komunikasi 4 mata maupun didepan audience ketika kita berpidato atau presentasi. Kedepannya, Anda akan fokus pada 2 hal, yaitu :- Memperbaiki bahasa tubuh kita sebagai komunikator, hal ini akan menimbulkan efek reaksi dari lawan bicara sesuai yang Anda inginkan,
- Membaca bahasa tubuh lawan bicara, dengan begitu akan lebih mudah bagi kita untuk memberikan respon yang sesuai.
Terdapat beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam mengolah bahasa tubuh antara lain yang terpenting adalah
1. Emosional
Terlebih dahulu yang kita perhatikan adalah bukan hasil dari output bahasa tubuh yang kita inginkan, namun dasar pembentuknya yaitu emosional. Secara tidak sadar, tubuh kita akan mengikuti emosional dari dalam tubuh kita. Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki Emosional yang positif dan yang terpenting adalah original atau genuine, jangan berlebihan. Tunjukkan bahwa Anda akalah manusia biasa yang memiliki energi positif untuk disalurkan. Hasilnya bahasa tubuh kita akan tampak alami sehinggan lawan bicara kita merasa nyaman dan mudah menerima. Gerakan merupakan outputnya. Seluruh anggota badan dengan terorganisir dengan sadar, menimbulkan bahasa tubuh yang berasal dari emosional kita saat itu. Mudah terlihat dan akan menjadi hal penentu ketika orang akan menghakimi siapa Anda, apa tujuan Anda, dan bagaimana lawan bicara kita akan merespon. Apakah bersahabat, bahaya, dan sebagainya.
3. Suara
Pada umumnya, bahasa tubuh akan sempurna jika terjadi perpaduan dengan suara yang Anda keluarkan. Artinya, disini menjadi faktor penyempurna komunikasi. Yang meliputi aspek suara ini antara lain intonasi, nada, tempo, stress (tekanan), dan jeda. Sesuaikan dengan tujuan Anda berbicara. Untuk membiasakan hal ini memang harus sering berlatih, karena faktor lingkungan akan sangat mempengaruhi suara orang berbicara.
Bahasa tubuh memang bersifat universal tetapi tidak sepenuhnya. Misalnya saja, di negara Timur Tengah ketika berbicara cenderung mendekatkan jarak antar kepala dan mata langsung menatap ke lawan bicara yang artinya menghormati lawan bicara, namun jika diterapkan di Amerika, maka maksudnya menjadi berbeda, yaitu seolah menantang untuk berkelahi. Sangat berlawanan bukan? Nah, hal ini juga patut kita perhatikan. Mudahnya, pelajari betul kecenderungan bahasa tubuh yang digunakan di sekitar Anda.
Kordinasikan emosional, gerakan dan faktor pendukungnya yaitu suara penting. Tidaklah susah, cukup berlatih untuk lebih mengerti ekspresi tubuh, selalu jujur dan bersikap tulus ketika berkomunikasi. Secara alami tubuh kita akan mengikuti. Namun memang ada beberapa hal umum yang mendasar yang bisa kita pelajari, ini adalah beberapa trik yang bisa dilakukan ketika kita berkomunikasi :
1. Bersikap terbuka
Open-posture membuat lawan kita merasa nyaman karena terkesan tidak ada yang disembunyikan dan pembicaraan pun menjadi fokus. Disamping itu, Anda pun akan terlihat percaya diri. Posisikan tubuh kita berhadapan dengan lawan bicara, tidak menyilangkan tangan di dada, ataum memasukkan tangan ke kantong celana.
2. Jarak dengan lawan bicara
Ketika kita berkomunikasi 4 mata, maka atur jarak dengan lawan bicara, tidak terlalu dekat atau terlalu jauh. Karena jika terlalu dekat, lawan bicara kemungkinan akan merasa tidak nyaman karena seolah Anda memasuki wilayah pribadi mereka. Tentukan sendiri jarak aman menurut Anda.
3. Tatapan mata
Tatapan mata menjadi sangat penting ketika berkomunikasi. Tataplah mata lawan bicara dengan hangat dan antusias, sehingga terkesan menghargai.
4. Senyum
Senyum adalah bahasa tubuh paling universal. Senyuman menggambarkan keceriaan yang mampu menimbulkan rasa nyaman lawan bicara kita.
5. Sesekali meniru gerakan yang dilakukan oleh lawan bicara
Jika tidak sadar lawan bicara kita menggaruk hidung, atau menggerak-gerakkan kaki, atau apapun itu, cobalah untuk sesekali mengikuti gerakannya itu. Hal ini bisa membuat kesan bahwa Anda adalah sama seperti lawan bicara kita. Efeknya akan timbul kenyamanan dalam berkomunikasi.
Nah, sekarang coba perhatikan sekeliling kita, termasuk jika ada seorang publik figur berpidato. aHl itu sangat bagus untuk melatih kita supaya lebih peka untuk menyimpulkan kecenderungan ekspresi bahasa tubuh.
Ekspresi non-verbal ini akan menjadi sangat bagus jika didukung kemampuan verbal Anda. Baik di kehidupan kerja maupun dikehidupan sehari-hari.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar